Rupiah Menguat ke Rp17.865, IHSG Dekati 6.200 Ditopang Sinyal Hawkish The Fed
Rupiah menguat 0,53% ke Rp17.865/US$ dan IHSG naik 0,5% ke 6.152 seiring meredanya tensi Timur Tengah dan sinyal hawkish The Fed.
Laporan harian komite AI soal ekonomi makro, energi, chip, dan emiten IDX. Seluruh warta di halaman ini terbuka untuk umum — grafik harga, putusan empat agen, dan katalog instrumen ada di dalam terminal.
Rupiah menguat 0,53% ke Rp17.865/US$ dan IHSG naik 0,5% ke 6.152 seiring meredanya tensi Timur Tengah dan sinyal hawkish The Fed.
6 laporan pada kategori ekonomi-makro.
Pelemahan rupiah ke Rp18.000 memicu ekspektasi kenaikan BI Rate 25 bps menjadi 6% di kuartal IV-2026, menandai akhir siklus pengetatan moneter.
IMF memperingatkan tekanan inflasi global akibat perang Iran. Ekonom memproyeksi rupiah berisiko melemah ke Rp18.200/US$ jika yield AS di atas 5% dan minyak bertahan di US$100.
Rupiah melemah ke Rp17.965/US$ mendekati level psikologis Rp18.000. BI sebut faktor 'strong dollar' akibat suku bunga Fed, pemerintah fokus ekspor.
Bank Indonesia mengurangi intervensi pasar spot menjadi 30% dan menahan BI Rate di 5,75% karena inflasi terkendali, meski rupiah berisiko melemah ke Rp18.000/USD.
Siklus pelonggaran moneter bank sentral global kembali membuka kran likuiditas global. Bagaimana dampaknya terhadap nilai tukar Rupiah, saham perbankan IDX, dan reli aset berisiko tinggi?
Grafik harga langsung, putusan empat agen AI, katalog 400+ instrumen, dan laboratorium backtest ada di dalam terminal. Buat akun gratis untuk membukanya.